Site Loader

Cara penyimpanan obat yang baik dan benar adalah :

1. Perhatikan masa kadaluarsa

Kadaluwarsa atau expiation date, atau biasa disingkat ed, exp atau daluarsa adalah masa obat menjadi tidak stabil atau tidak poten, sehingga obat yang telah melewati masa kadaluwarsa menjadi tidak standar lagi untuk digunakan sebagai bahan pengobatan.

2. Periksa kemasan obat yang akan kita terima

Kemasan obat haruslah dalam kondisi tertutup atau tersegel baik, tidak rusak sehingga dapat dipastikan stabilitas produk masih terjaga.

Tanyakan kepada apoteker tentang informasi penting lainnya yang terkait penggunaan dan penyimpanan obat tersebut. Setiap obat mengandung bahan obat, bahan tambahan dan cara produksi yang berbeda sehingga informasi-informasi spesifik terkait obat perlu ditanyakan kepada apoteker.

3. Perhatikanlah dosis dan aturan pakai yang tercantum di kemasan atau etiket.

Dosis dan aturan pakai biasanya dicantumkan pada kemasan obat atau dituliskan pada etiket. Jika dari kemasan tersebut kurang jelas, bisa diuliskan sendiri  sesuai dengan pemahaman dan bahasa anda sendiri.

Yang penting pada saat mengkonsumsi obat tersebut benar, jangan sampai karena salah tulis dosis dan aturan pakai maka salah mengkonsumsi obat yang mengakibatkan salah dalam memberikan terapi.

4. Simpan di tempat yang aman, namun mudah terlihat.

Hal ini untuk mempermudah dalam kita mengakses bila sewaktu-waktu terjadi kesakitan, maka orang lain akan mudah mencarinya.

5. Jauhkan dari jangkauan anak  anak.

Kadang anak-anak suka sesuatu yang bentuk sediaanya syrup atau permen, ditakutkan obat yang bentuknya syrup atau tablet bersalut gula akan menarik anak untuk mengkonsumsinya terus menerus.

Khususnya obat-obat tersebut, sebaiknya tempat penyimpanannya dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Akan lebih baik semua obat disimpan pada tempat yang dipersiapkan dengan terkunci dan terawasi.

6. Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup baik.

Untuk menghindari kekeliruan dalam mengkonsumsi obat, sebaiknya obat disimpan dalam wadah aslinya atau bila membeli secara ecer minimal ditulis lengkap nama, dosis dan tanggal kadaluwarsanya.

7. Simpanlah obat pada tempat yang bersih, kering, terlindung dari cahaya matahari langsung

Untuk menghindari perubahan kadar ataupun potensial obat, maka obat harus disimpan dalam wadah tertutup dengan baik, agar terhindar dari kelembaban atau dihindarkan dari cahaya matahari langsung yang dimungkinkan merubah perubahan potensi obat karena sinar atau panasnya.

Begitu pula obat agar disimpan sesuai suhu yang ditetapkan, karena perubahan dari suhu yang ditetapkan juga akan merubah potensial obat tersebut. Simpanlah obat yang tidak lembab dan suhu yang sesuai atau ikuti aturan yang tertera pada kemasan.

8. Simpanlah terpisah antara obat minum (oral) dengan obat luar.

Menyimpan obat obat minum dan obat luar dikhawatirkan pada saat yang panik akan tertukar obat yang digunakan, apalagi ada kemiripan warna, bentuk dan atau tulisan dan dalam pengucapannya.

9. Perhatikanlah jangka waktu penyimpanan.

Bila obat disimpan dalam wadah sesuai yang dianjurkan, maka masa pakainya adalah sama dengan masa kadaluwarsa. Namun biasanya untuk obat sirup hanya diberikan rentang waktu penyimpanan dua bulan setelah terbukanya segel.

Obat sediaan ini banyak mengandung air yang rentan memicu tumbuhnya mikroorganisme. Sedangak untuk sediaan sirup kering  (biasanya berisi obat antibiotik), hanya memiliki masa aktif sekitar 5-6 hari setelah obat tersebut diberikan air sebagai pencairnya.

10. Jangan menyimpan obat kadaluwarsa atau sisa milik orang lain.

Dengan menyimpan obat kadaluarsa dapat mengakibatkan kita salah minum dengan sediaan obat yang baru, karena terdapat banyak kesamaan ciri fisik.

Sedangkan dengan menyimpan obat sisa orang atau pasien lain belum tentu kita memiliki sakit dan atau indikasi serta penggunaan dosis obat yang sama.

Demikian tips cara menyimpan obat yang baik dan benar, semoga keliru memahami caranya yang akan mengakibatkan kesalahgunaan dalam mengkonsumsi obat.

~Saiful Johansyah, S. Farm. Apt~ kotakobat.com, diolah dari berbagai sumber~

Penulis adalah lulusan S1 Farmasi dan Profesi Apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang saat ini sebagai praktisi farmasis di apotek Nanggulan Farma dan menjadi pengajar produktif Farmasi di SMKN 1 Panjatan Kulon Progo.

Post Author: kotakobat1234

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *